|
Job Fair 2011 Buka 13.000 Lowongan |
|
|
|
Jakarta - Sebanyak 13.025 lowongan kerja ditawarkan di Job Fair 2011. Pameran tahunan ini dilaksanakan di Hall B Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta 25-26 November 2011, dibuka pukul 09.00-16.00 WIB
Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Reyna Usman menyatakan pemerintah selalu berupaya untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Salah satunya adalah dengan pelaksanaan job fair atau bursa kerja.
"Untuk memfasilitasi pertemuan pencari kerja dan penerima kerja, kita melakukan job fair ini. Selain itu, acara ini juga untuk meringankan biaya dalam recruitment pegawai," ujarnya dalam pembukaan Job Fair, pagi ini di JIExpo, Jakarta, Jumat (25/11/2011)
Reyna menyebutkan Job Fair 2011 kali ini diikuti oleh 123 perusahaan dengan jumlah lowongan pekerjaan sebanyak 13.025 dari 207 jabatan kerja baik di dalam dan luar negeri.
"Lowongan tersebut meliputi bidang komunikasi, Teknologi Informasi, kontraktor, rekreasi, dan bidang lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan pada tahun lalu sekitar 15 ribu pencari kerja mengunjungi job fair nasional. Sementara untuk tahun ini, ia optimistis pengunjung job fair bisa mencapai 20 ribu orang.
"Mudah-mudahan tahun depan akan meningkat terus sehingga bisa mempercepat pengurangan pengangguran jadi 5,5%," pungkasnya.
Sumber : Detik
|
|
50.000 PRT Indonesia Bakal Masuk Malaysia Pertengahan Januari 2012 |
|
|
|
Kuala Lumpur - Sekitar 50.000 pembantu rumah tangga (PRT) akan masuk ke Malaysia pada pertengahan Januari 2012. Masuknya TKI ini adalah yang pertama kalinya sejak moratorium pengiriman TKI ke Malaysia dicabut per 1 Desember 2011.
"Menurut rekan kami di Indonesia, 50.000 pembantu siap untuk bekerja di sini," kata Dirjen Tenaga Kerja Malaysia, Datuk Sheikh Yahya Mohamed, seperti diberitakan oleh The Star, Jumat (25/11/2011).
Setiap agensi yang memperkerjakan setiap TKI akan mendapat RM 4.511 (sekitar Rp 12.870.000), di mana RM 2.711 (sekitar Rp 7.734.000) untuk pekerja di agensi dan RM 1.800 (sekitar Rp 5.135.000) untuk pembantu. Untuk melindungi kepentingan para pembantu dan majikan, semua pihak yang terlibat dalam perekrutan ini harus mematuhi syarat yang telah ditetapkan oleh kedua negara.
"Hanya agen perekrutan yang terdaftar di Departemen Imigrasi dan Departemen Tenaga Kerja dan yang telah sepakat untuk mematuhi kondisi inilah yang diperbolehkan untuk merekrut pembantu rumah tangga dari Indonesia," kata Sheikh Yahya.
Sejauh ini, Sheikh Yahya menambahkan, hanya 121 agen tenaga kerja dari 400 agen perekrutan yang terdaftar di Malaysia telah sepakat dengan persyaratan yang ditetapkan. Sementara sebagian besar agen tidak sepakat dengan biaya yang ditetapkan.
Agen penyalur tenaga kerja akan didaftarkan ke Departemen Tenaga Kerja setelah tanggal 1 Desember. Sheikh Yahya juga menegaskan akan menindak tegas agen penyalur TKI yang melanggar. Pengusaha yang menggunakan PRT mereka untuk tujuan lain selain pekerjaan rumah tangga, akan dikenakan denda sesuai UU Anti-Perdagangan Manusia. Mereka bisa dikenai hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda maksimal RM 1 juta.
Sumber : Detik
|
|
|
Jumhur: TKI "Cespleng" Atasi Pengangguran |
|
|
|
MALANG, KOMPAS.com — Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan, keberadaan TKI cespleng atau manjur untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.
"Hidup TKI, terima kasih TKI," katanya saat memberi sambutan pada sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI melalui kesenian tradisional yang diselenggarakan oleh BNP2TKI di depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (25/11/2011) malam.
Ia mengatakan, setiap bangsa, termasuk Indonesia, pasti memiliki masalah dan salah satu masalah yang terus mengganduli adalah pengangguran dan kemiskinan.
Dua masalah besar itu dibantu diatasi secara cespleng oleh TKI karena dengan satu orang TKI maka hilang satu penganggur, dan satu orang itu menghidupi lima anggota keluarganya sehingga lima orang teratasi dari kemiskinan.
"Saat ini ada enam juta TKI berarti enam juta orang teratasi pengangguran dan 30 juta orang teratasi dari masalah kemiskinan. Sekali lagi terima kasih TKI," katanya.
Kepala BNP2TKI menambahkan, remitansi atau uang yang dikirim para TKI lebih dari Rp 100 triliun per tahun ke desa-desa tempat asal TKI sehingga menumbuhkan roda perekonomian di daerah dan mengembangkan usaha produktif.
"Terjadi kehidupan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik," katanya.
Ia menegaskan komitmennya untuk memartabatkan dan memuliakan TKI terlebih sudah ada UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI.
BNP2TKI juga telah mengupayakan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI. BNP2TKI kini memiliki call center 08001000 secara gratis dan 24 jam nonstop untuk melayani pengaduan dan mengatasi masalah secara cepat dan mengakses keadilan serta langsung tertangani.
"Silakan menghubungi call center bila ada pengaduan atas permasalahan TKI," katanya.
Pada kesempatan itu, Jumhur memberikan plakat penghargaan kepada dua orang TKI sukses asal Malang, yakni Anang Wijaya, yang pernah bekerja di Taiwan selama enam tahun sebagai operator mesin pabrik produksi baja, dan Tania Roos, TKI mandiri yang pernah bekerja sebagai wartawan Berita Indonesia di Hongkong selama empat tahun dan wartawan Radar Taiwan di Taiwan selama dua tahun.
Sosialisasi yang dihadiri ribuan warga itu dimeriahkan oleh penyanyi lagu-lagu campur sari dari Cak Dikin, pementasan ludruk Cak Kartolo, dan iringan musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Cak Ganjur.
Selain Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, acara yang diselenggarakan sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Malang itu, antara lain, dihadiri pula oleh anggota Komisi IX DPR Sri Rahayu dan Endang Syarwan Hamid, Bupati Malang Rendra Kresna, dan Muspida Kabupaten Malang.
Sejumlah petinggi BNP2TKI yang hadir, antara lain, Deputi Penempatan Ade Adam Noch, Penasihat Senior Marjono dan Bahrul Alam, Tenaga Profesional Kepala BNP2TKI Bidang Pengembangan Komunikasi Publik Mahmud F Rakasima, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Agus Sunaryadi, dan Yunafri dari jajaran fungsional.
Sumber : KOMPAS |
|
SBY-Boediono Ditantang Turunkan Pengangguran dan Kemiskinan |
|
|
|
|
JAKARTA, KOMPAS.com — Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang terbilang masih tinggi menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintahan presiden terpilih dan wakil presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono kedepan.
Ekonom International Center for Applied Finance and Economic (Inter Cafe) Imam Sugema mengatakan, tingkat pengangguran dan kemiskinan memang cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, penurunan tersebut masih menunjukkan tren yang sangat lambat.
"Pengangguran dan kemiskinan memang turun, tetapi sangat lambat," kata Imam Sugema, di sela-sela diskusi Indonesia Economic Update and Outlook, di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (19/8).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran hingga Maret 2009 masih 8,14 persen atau turun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 9,20 persen. Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari sebelumnya 15,42 persen menjadi 14,15 persen tahun ini.
Bila dilihat saat masa pascaperalihan pemerintahan dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ke tangan Presiden SBY pada 2004 lalu, tingkat pengangguran sempat naik dari 9,66 persen pada tahun 2004 menjadi sekitar 10,20 persen pada tahun 2005. Untuk tingkat kemiskinan justru mengalami penurunan drastis dari 16,66 persen menjadi 15,97 persen pada tahun 2005.
"Selama lima tahun masa pemerintahan SBY-JK, tingkat pengangguran dan kemiskinan cenderung berfluktuasi," ujarnya. Sumber : KOMPAS |
|